Semangat Baru CRIMSONDIARY Lewat Senja

Bjm3HcdIIAAMxIw

Sejak diluncurkan pada 10 Mei 2014 album ini terus melejit dengan sejuta reaksi kimia didalamnya. Launching album perdana dari CRIMSONDIARY sendiri dilaksanakan di public-house bernama Houtenhand. Sebuah public-house dipinggiran jalan itu turut menjadi pelaku bagi perkembangan skena musik lokal di kota Malang tak terkecuali CRIMSONDIARY. Tiga minggu yang lalu pesta itu riuh mengantarkan Senja. Buah yang ditunggu-tunggu bagi penikmat musik Shoegaze, khususnya bagi fans CRIMSONDIARY.

Pesta dibuka dengan opening-act dari Intenna yang mengantarkan beberapa judul lagu baru. Sedangkan CRIMSONDIARY sendiri tampil sekitar pukul setengah sepuluh malam. Bermodalkan 15 lagu, penonton kian berjingkrak, bernyanyi dalam keriuahan yang membahana. 7 lagu diantaranya merupakan lagu dari album baru. Seperti halnya ‘Maybe’ yang lebih dahulu mengantarkan CRIMSONDIARY pada popularitas, kemudian, saya jatuh hati dengan ‘Pagi Baru’ yang merupakan trek pertama di Senja. Di lagu ini Anda akan melayang bersama angin yang membawa Anda pada mimpi tertinggi di ujung pagi yang baru. Dengan tempo yang lebih menghentak, serta riff gitar yang lebih kasar, Anda akan terbuai pada semangat di pagi yang hembuskan semangat baru.

Dilanjutkan dengan trek kedua di album ini, ‘You and Me’ masih menghentakan emosi yang meledak, namun dengan ritme yang masih berbenturan. Hardikan gitar yang dipadu-padankan dengan hentakan drum yang selalu berbenturan. Benturan yang menyehatkan bagi Anda yang suka beraktifitas di pagi hari. Coba dengarkan! Trek ketiga yang berjudul ‘Lara’ diawali intro yang mengingatkan saya pada nomor dari My Bloody Valentine, yang sarat akan distorsi fuzz. Mendengar intro awal lagu ini, saya kira lagu ini akan seperti lagu Shoegaze british kebanyakan. Namun, setelah mendengar keseluruhan, ternyata masih ada sedikit suguhan ala ala post-rock didalamnya. Di trek keempat, CRIMSONDIARY sama sekali tidak merubah ‘Maybe’ kedalam bentuk apapun kecuali ‘Maybe’ yang telah saya sukai sebelumnya. Dengan mixing yang lebih bersih dari sebelumnya, ‘Maybe’ masih berbicara tentang misteri dalam kehidupan.

Di trek kelima dengan judul, ‘Berpijak’ masih memainkan distorsi Shoegaze yang riuh dengan semburan riff gitar yang kasar disana-sini. Gebukan drum dilagu ini masih akan menyulut Anda kedalam semangat yang meluber di pagi hari. Intro gitar ditengah lagu ini pun semakin membuat Anda berpijak pada keriuhan yang penuh. Trek keenam yang berjudul ‘Angkuh’ yang penuh amarah, semakin beringas dengan gaung suara dan ritme yang panjang diawal lagu. Dengan tempo yang melambat, lagi-lagi distorsi yang khas shoegaze hadir ditengah disela sela melodi gitar yang panjang.

Di lagu terakhir, ‘Senja’ yang merupakan judul dari album anyar milik CRIMSONDIARY ini, masih bercerita tentang semangat yang masih membara sedari pagi tadi. Di lagu ini Bem Walessa si vokalis, seolah ingin bercerita dengan gaya yang sedikit pilu. Dengan menambahakan narasi bule di intro awal, lagu ini semacam story telling tentang bagian hari bernama Senja. Dibagian reff baru terdengar riff yang saling bersautan dengan drum yang menghentak.(bng)

(Visited 143 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

1 Comment

Submit a Comment