Sempat Memanas, Panitia ART|JOG 2016 Lakukan Klarifikasi Soal Sponsor

2016_05_30_5500_1464620378._large

Salah satu instalasi seni di ART|JOG 2016

Sempat menjadi perdebatan di media sosial oleh para praktisi seni di Indonesia karena salah satu sponsor dari pameran seni rupa kontemporer ART|JOG 2016 yang digelar pada 27 Mei-27 Juni 2016 di Jogja National Museum, Yogyakarta adalah PT.Freeport Indonesia, yang banyak dipandang kurang tepat ditunjuk sebagai pihak sponsor karena dianggap banyak melakukan kejahatan dan merugikan rakyak Papua, hari ini pihak panitia ART|JOG 2016 melakukan klarifikasi secara resmi dengan menerbitkan siaran pers.

Masalah ini menjadi viral setelah Anti-Tank memberikan kritik melalui laman media sosialnya mengenai pemilihan sponsor Freeport tersebut dan kritik ini ditimpali oleh seniman Eko Nugroho yang membuat suasana menjadi semakin panas dan viral.

Perseteruan ini juga direspon oleh Mella Jaarsma, founder dari Rumah Seni Cemeti  Yogyakarta dengan mengeluarkan statement “Seniman harus kritis dan bertanya, dan diskusi tetang ‘money from the devil’ selalu muncul. Ini juga risiko yang diambil oleh managemen artjog dengan brp pertimbangan pasti. Dana yang dibutuhkan untuk proyek besar hanya sedikit dapat dari negara dan sudah lama kita tahu kita tidak bisa tergantung padanya. Artinya perlu ‘scratch’ dana sini sana dalam waktu dengan tegangan tertentu. Saya setuju jangan lagi minta support dari Freeport, tapi pertanyaan adalah apakah ada uang bersih?  Jangan dunia senirupa pecah belah karena ini. Kita harus kompak untuk menghadapi masalah yang lebih besar saat ini.”

Berikut kutipan siaran pers yang diterima oleh redaksi KANALTIGAPULUH dari Direktur ART|JOG 2016, bapak Heri Pemad:

Menanggapi pemberitaan yang beredar di media massa dan media sosial terkait kerjasama antara ART|JOG|9 dan PT. Freeport Indonesia, maka melalui siaran pers ini, kami selaku panitia hendak memberikan klarifikasi mengenai polemik yang muncul karena kerjasama tersebut.

ART|JOG merupakan art fair atau bursa seni rupa kontemporer yang telah diselenggarakan selama delapan tahun berturut-turut sejak tahun 2008 di Yogyakarta. ART|JOG dibuat dengan semangat mempertemukan antara pasar dan karya-karya dari seniman Indonesia dan seniman internasional dalam satu tempat. Dalam kurun waktu 2008 – 2016 terdapat kurang lebih 1350 seniman Indonesia yang terlibat dalam perhelatan ART|JOG dan rata-rata 100 ribu pengunjung per tahun. Yang berarti lebih dari 1 juta pengunjung telah datang untuk mengalami kesenian.

Selama 9 tahun masa penyelenggaraannya, ART|JOG secara organik bertumbuh menjadi jangkar agenda kesenian atau destinasi wisata yang dinantikan di Yogyakarta. Hal ini terlihat dari banyaknya acara yang berlangsung bersamaan dengan ART|JOG. Panitia mencatat di tahun 2016 ini, terdapat 83 acara yang mengiringi ART|JOG|9 di Yogyakarta dan sekitarnya. Seluruh event yang terselenggara pada periode ART|JOG|9 secara langsung telah berkontribusi pada roda perekonomian daerah. Hal-hal tersebut di atas kemudian menjadi kekuatan kami untuk terus mengupayakan berlangsungnya ART|JOG setiap tahun dengan tetap menjaga standar artistik dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

Upaya untuk menyelenggarakan ART|JOG tentunya tidak terlepas dari dukungan dana yang didapat baik dari pemerintah, pihak swasta maupun donasi pribadi. Terkait dengan polemik mengenai pendanaan ART|JOG|9, berikut adalah pernyataan kami:

  1. ART|JOG|9 sepenuhnya dikelola oleh swasta (perseorangan) yang tidak terikat kewajiban ataupun hubungan struktur yang formil dengan lembaga lain, baik lembaga pemerintah maupun swasta. Pendanaan pasar seni ART|JOG|9 sepenuhnya bersumber dari dana pribadi penyelenggara, bagi hasil dari penjualan karya seniman, dan dukungan dana dari pemerintah, sponsor, serta pihak swasta lainnya.
  2. Keputusan panitia ART|JOG|9 untuk meminta dukungan dana kepada seluruh korporasi yang namanya tercantum di dalam media publikasi kami dilakukan atas kesadaran penuh dan mengikuti kaidah kerjasama yang dilakukan secara resmi dan profesional antar lembaga swasta.
  3. Kerjasama antara ART|JOG|9 dengan seluruh pihak yang memberikan dukungan dana bersifat independen, yang artinya pihak pemberi dana tidak diperkenankan untuk mengintervensi proses kreatif serta karya-karya yang ditampilkan oleh seniman partisipan ART|JOG|9.
  4. Keputusan panitia ART|JOG|9 untuk meminta dukungan dana dari PT. FREEPORT dilakukan atas kebutuhan pendanaan yang mendesak yang bila tidak segera dipenuhi akan mengancam keberlangsungan ART|JOG|9 dan seluruh acara lain yang diselenggarakan oleh pihak di luar panitia ART|JOG|9. Dana tersebut dipakai untuk operasional awal kerja penyelenggara.
  5. Kami meminta maaf sebesar-besarnya pada berbagai pihak yang tersakiti baik langsung maupun tidak langsung atas pengambilan keputusan tersebut dan juga atas polemik yang timbul. Kami akan berupaya keras untuk menjadi event seni yang lebih baik di masa mendatang. ART|JOG|9 juga telah melakukan klarifikasi dan mengirimkan surat permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada para seniman partisipan ART|JOG|9.

Kejadian ini menjadi sarana pembelajaran yang berharga buat kami. Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan besar yang diberikan teman-teman di dalam dan luar dunia kesenian kepada ARTJOG melalui kritik, masukan, ajakan berdialog dan surat terbuka. Kami berharap siaran pers ini akan mengakhiri polemik yang ada dan semoga ke depan kita bisa sama-sama membangun dukungan publik yang lebih besar untuk dunia kesenian Indonesia yang lebih baik.

Salam Budaya,
Yogyakarta, 13 Juni 2016

Heri Pemad
Direktur ART|JOG|9

 

 

(Visited 350 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment