Seringai Umumkan Tajuk Album Baru [For Immediate Release]

Banyak hal penting yang bisa terjadi dalam kurun waktu lima tahun. Amerika Serikat menunjuk seorang pria kulit hitam sebagai presiden, krisis keuangan global melanda, tewasnya teroris yang disebut-sebut paling berbahaya di dunia, pemberontakan gila-gilaan di Timur Tengah, hingga berkumpulnya kembali salah satu pionir metal yang menyebut diri mereka dengan nama Black Sabbath. Di antara segala kejadian penting yang terjadi sejak 2007 sampai 2012, grup rock oktan tinggi, Seringai, sibuk membawa hawa cadas ke berbagai pelosok negeri, sambil disaat yang sama mematangkan konsep lagu-lagu baru, sekaligus menyimak dan menyerap apa yang terjadi di lingkungan sekeliling mereka. Dan saat ini, bagi vokalis Arian 13, gitaris Ricky Siahaan, bassist Sammy Bramantyo, dan drummer Khemod, waktu telah tiba untuk pukul balik.

Lebih bersemangat dan lebih marah dibanding sebelumnya. Setelah album mini High Octane Rock pada 2004 dan Serigala Militia pada 2007, Seringai akan kembali dengan Taring selaku album penuh kedua mereka.

Pemilihan tajuk Taring sendiri tak jauh berbeda dengan pemilihan nama Seringai, yaitu karena terlihat bagus secara estetika, seperti dibeberkan oleh Arian. Sedangkan Ricky mengatakan bahwa tajuk Taring, dipilih karena kecocokannya, “Mereka yang selama ini akrab dengan Seringai pasti akan langsung tahu bahwa Taring adalah tajuk yang sangat pas bagi kami.” Taring akan diisi dengan sejumlah lagu yang di antaranya berjudul “Dilarang di Bandung”, “Tragedi”, “Infiltrasi”, “Lagu Lama”, “Serenada Membekukan Api”, dan juga “Taring”.

Sebagai produser rekaman, Ricky berjanji bahwa album ini akan memanjakan setiap pasang telinga pendengar melalui nomor heavy rock yang dipadu dengan unsur punk dan tentu saja metal yang berat. “Tenang. Motorhead, Black Sabbath, dan Slayer masih jadi bahan pemujaan Seringai. We’re not going to fix anything if it’s not broken. Tapi di saat yang bersamaan ada nuansa baru yang terinspirasi dari karya-karya Turbonegro hingga Deep Purple,” jelas Ricky. Sementara dari lirik, Arian masih bergelut dengan tema-tema andalannya, seperti kritik sosial politik dan ajaran bagaimana bersenang-senang itu seharusnya dilakukan. Tapi selain itu ada pula yang bertema fiksi ilmiah dan bahkan yang tidak memiliki makna apa-apa.

Arian memberikan contoh: “Kami punya sebuah lagu tentang Boba Fett, seorang karakter badass favorit gue di Star Wars. Ada juga tentang kausalitas yang salah, seperti antara bencana alam dengan akhlak manusia. Ada lagi tentang pembredelan kreatifitas generasi muda hanya karena tidak dimengerti.” Sebuah edisi terbatas juga telah disiapkan oleh pihak Seringai di mana perbedaannya dari edisi biasa terdapat pada packaging artwork. Alasannya? “Gue seorang kolektor piringan hitam, di mana sering memburu edisi terbatas dari rilisan tertentu. Rasanya menyenangkan. Once they are gone, they are gone,” terang Arian.

Mari kita nantikan dahsyatnya amunisi segar kuartet yang selama ini mendudukkan bokong mereka di atas tahta empuk sebagai salah satu band rock paling beringas yang dimiliki Indonesia saat ini.

(Visited 65 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment