Setelah Lama Vakum, Anggisluka Rilis Album Kaset ‘Ego/Antiklimaks’‏

Anggisluka/Foto: Komang Adhyatma

Anggisluka/Foto: Komang Adhyatma

Kata Anggisluka mungkin terdengar ganjil entah disebabkan oleh arti secara verbal atau memang nama tersebut terdengar aneh di telinga. Anggisluka sendiri adalah band yang sengaja dibentuk pada 21 Desember 2001. Berawal dari Ito (Vokal, Guitar) yang mencoba ingin memainkan musik yang sesuai dengan apa yang dirasakannya saat itu. Anggisluka sempat di bantu oleh banyak teman yang merupakan musisi seniornya. Diantaranya adalah Acum ”Bangkutaman”, Eros, Pamor ”Strawberry’s Pop”, dan Inot ”Shynancy”, Tomo dan Bassbo ”Newdays”, serta beberapa musisi lokal lain yang silih berganti. Setelah melewati beberapa fase, Anggisluka akhirnya terbentuk sebagai band yang utuh yang membuahkan line up yang solid yaitu: Anggito Rahman “Ito” (vokal utama, gitar, piano, choir), Nugroho Adhy “Kewz”(vokal latar, drums, loops, choir) dan Angga Aditya Putra “Ji’ong” Serigala Malam (vocal latar, bass, choir).

Anggisluka ingin mencoba menyajikan genre musik Shoegaze, sebuah sub genre musik Indiepop  yang menggabungkan antara balutan nuansa tenang dengan distorsi dari reverb dan echo yang menggema. Berpijak dari wilayah skena musik indie Jogjakarta nama Anggisluka sudah cukup dikenal di kalangannya setelah sempat ikut serta dalam sebuah album kompilasi berjudul “Simplicity”, “Simplycity too” dibawah naungan label independen ”Blossom Records”, single abum “Abortus”, CD EP “Antiklimaks” 2011 yang dibagikan gratis serta split kaset bersama LKTDOV. Anggisluka juga turut berpartisipasi pada soundtrack film indie “Put Your Head on This Table” dan kompilasi Locstock Fest ”Sounds Of Jogja” bersama puluhan musisi-musisi berbakat di Jogjakarta.

Sayangnya, kepergian Ji’ong dan Adi Kewz ke kota asal masing-masing membuat Anggisluka kurang aktif lagi bermain di gigs. Walaupun terkadang band ini bisa tetiba bermain di sebuah gig kecil dimana Ito mengajak musisi lain untuk menggantikan sementara dua pilar Anggisluka yang lain. Hal tersebut juga mengakibatkan beberapa materi rekaman mereka sebelumnya akhirnya menumpuk di salah satu folder komputer studio.

Adalah Surya Widodo, gitaris LastElise sekaligus produser split album Anggisluka dan LKTDOV yang kemudian mengajukan diri untuk menjadi produser album Anggisluka dan mencoba menyelesaikan hasil rekaman mereka di studio pribadinya, Askara Audio Labs.

Ito yang kemudian mendirikan band baru, Sungai, akhirnya mengajak Relamati Records untuk merilis beberapa materi mereka ke dalam bentuk kaset yang disepakati diberi judul Ego/Antiklimaks. Ke 10 lagu yang ada di kaset ini: Alone, Lepas Landas, Bukan, Hold, Pejam, Maka, Sesaat Sesat, Superego, Tidur 2 dan ditutup dengan Outro. Rilisan ini digandakan di Lokananta studio, Solo dan hanya dirilis 50 keping seharga Rp. 40.000. Sementara itu, versi digital album ini akan dirilis setelahnya.

Launching album Anggisluka ‘Ego/Antiklimaks’ akan diselenggarakan di Nol Kilometer kafe, jalan selokan Mataram no. 427, Sleman, Yogyakarta pada hari minggu 6 Desember 2015. Acara yang dimulai pukul 7 malam ini akan dibuka oleh LKTDOV, Hometruth, Niskala serta band Postrock Jambi yang sedang melakukan tour, Semiotika.

(Visited 225 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment