Sirkus Ala Teenage Death Star di “Act Like A Concert”

IMG_2017 copy

Pada malam Sabtu (8/4) bertempat di auditorium IFI Bandung, band ugal-ugalan yang beranggotakan para pemuda lanjut bernama Teenage Death Star kembali beraksi setelah sekian lama tidak terdengar raungannya. Dalam acara yang bertajuk “Act Like A Concert” ini adalah show pertama setelah pada pertengahan 2013 mereka merilis “The Backyard Tapes (Early Years 88-91)” dan menjadi salah satu momen dengan penggemarnya untuk melepas rindu huru-hara bersama.

Malam itu acara dimulai pada 20.00 bersama dengan penampilan Jeny Be Good dan Zaggle Griff. Jeny Be Good yang terdiri dari empat orang wanita ini menghentak panggung IFI dengan membawakan lagu-lagu bernuansakan rock n roll dan blues dengan cukup panas. Penampilan gadis-gadis tadi belum juga suasana di ruang auditorium itu cukup panas, maka giliran Zaggle Griff naik ke atas panggung. Kuartet pemuda asal Bandung yang tidak lama juga baru merilis album “Cold Sun” ini tampil dengan menyuguhkan warna-warna musik yang sekiranya bisa dikatakan serupa dengan Black Rebel Motorcycle Club plus tambahan Arctic Monkeys. Penampilan mereka pun belum juga mampu menaikkan tensi penonton. Namun atmosfir didalam auditorium dengan segera berubah ketika Zaggle Griff turun dari panggung.

Lampu sorot panggung dipadamkan. Para penonton mendekat dan merapat. Penonton mulai riuh ketika Iyo, Firman, Alvin, Helvi dan Sir Dandy terlihat di panggung. Semuanya bertepuk tangan dan bersiap untuk huru-hara bersama para pemuda lanjut ini. Tanpa babibu,  lagu “I Don’t Know What Is Right Anymore” dilempar sebagai amunisi pertama untuk memanaskan crowd. Lagu-lagu dari album “Longway To Nowhere” seperti “All That Giltters Are Not Gold”, “I Kiss Your Sister In The Kitchen” dan “The Death Of Disco Rabbit” dimainkan dalam sirkus kecil mereka. Lagu “I Wanna Be Your Dog” dari The Stooges juga dimainkan sebagai ajang karaoke massal dengan penampilan akrobat Sir Dandy berguling-guling di panggung. Beberapa kali sempat didapati para penonton mencoba untuk naik dan meraih mic untuk bernyanyi di panggung namun gagal. Dan di tengah-tengah panasnya panggung malam itu, Sir Dandy mencoba mendinginkannya dengan berkaraoke bersama mengkhatamkan “Anggur Merah” dan “Juara Dunia”. Hingga akhirnya Alvin mengundang mereka yang mengaku punya nyali untuk naik dan act like they are the band. Momen dimana kalian bisa tampil dan menjadi sebuah band dadakan hanya bisa didapati di gig Teenage Death Star. Fuck skill, let’s rock!

Tata panggung yang sebelumnya sudah ramai dipublikasikan oleh Sir Dandy via Twitter benar-benar membuat auditorium IFI malam itu semakin meriah. Dua kepala macan raksasa dengan mata yang merah menyala dan sekepal tangan raksasa ini dengan rantai teruntai diantara kedua macan memberikan gambaran kegarangan Teenage Death Star yang tidak bisa dicegah dalam setiap panggungnya. Tidak hanya itu, beberapa pemuda secara bergantian naik ke panggung dengan memakai topeng macan untuk ugal-ugalan didepan panggung. Pemandangan yang dapat dilihat selama mereka tampil adalah para pemuda yang berkeringat berdansa kesana-kemari menikmati distorsinya dan melayang di udara melakukan dive.  Begitu liar dan bebas.

Pertunjukan ditutup dengan lagu “Absolute Beginner Terror” untuk memuaskan mereka yang datang walaupun sebenarnya durasi waktunya masih kurang karena penampilan live mereka yang sangat jarang bisa dinikmati. Namun, konser ini berhasil memuaskan mereka yang datang untuk menonton dan menikmati pesta dalam sirkus Teenage Death Star. (Adl)

 

(Visited 173 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment