_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/05/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/liam-gallagher-akan-sambangi-indonesia/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/liam-gallagher-akan-sambangi-indonesia/ehr_men_060417liam/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Sisi Personal Renatta Moeloek Sebagai Chef Internasional

Sumber foto: Arsip pribadi Renatta Moeloek

 

Saat ini dunia kuliner  sudah berkembang dengan sangat pesat, dimana pada awalnya profesi chef identik dengan seorang laki-laki, karena kita semua tahu kehidupan di dalam dapur itu keras. Namun saat ini nampaknya hal itu sudah mulai bergeser dimana mulai banyak profesi chef yang digeluti oleh perempuan, salah satunya adalah Renatta Moeloek.

Apa yang membuat kamu tertarik dengan dunia kuliner?

Aku tertarik dengan fakta bahwa manusia secara alamiah dapat merasakan kebahagiaan saat makan sesuatu yang kita nikmati, dimana indra-indra kita dapat membedakan banyak cita rasa, aroma bahkan penampilan dari sebuah hidangan. Sudah jelas kalau kita makan bukan sekedar kebutuhan saja tapi itu juga sebuah seni. Begitu juga dengan mengolah makanan, atau memasak itu adalah seperti berbagi pleasure ke orang lain.

Sejak kapan memiliki keinginan untuk menjadi seorang chef?

Aku enggak pernah bercita-cita untuk menjadi seorang “chef”. Tapi sejak SD aku tahu kalau aku memang suka masak dan seiring berjalannya waktu ingin melakukan itu sebagai karier nantinya.

Profesi chef sangat identik dengan sosok laki-laki, apa yang mendasari kamu untuk berkarier menjadi seorang chef profesional? 

Karena aku mampu 🙂

Kamu menempuh pendidikan sebagai seorang chef di Perancis dan kemudian menjadi chef di negara tersebut. Ada alasan tertentu mengapa tidak berkarier secara profesional di Indonesia saja?

Perjalanan aku masih panjang, aku ke Perancis karena menurutku kuliner Perancis sangat technical. Bukan karena aku mau mendalami masalah Perancis tersendiri, tetapi aku tahu dengan belajar hal tersebut nantinya akan bisa diaplikasikan ke sajian kuliner apa saja yang aku mau.

Menurutmu, apa yang menarik dari Western Cuisine?

Sama menariknya dengan kuliner di Asia. Yang membentuk kuliner sebuah negara kan tidak akan jauh dari bahan pokok yang tersedia di negara tersebut, dan juga situasi/kultur dari negara tersebut dari sisi sejarahnya. Western cuisine menurutku lebih mementingkan kualitas dan cita rasa dari bahan dasarnya, jadi olahan hidangannya menjadi lebih fokus ke hal tersebut.

Seorang chef tentu berkewajiban untuk memiliki signature untuk menu masakannya. Buat kamu, berkreasi membuat menu baru menjadi suatu bentuk tantangan atau kesulitan tersendiri?

Berkreasi membuat menu baru menurutku bukan menjadi suatu kesulitan, tapi justru itu letak interest aku. Bahkan bisa dibilang aku jarang mengulang menu yang sama. Karena setiap menemukan bahan makanan yang aku anggap menarik, aku akan gemas untuk mengolahnya.

Jika ditantang untuk memasak masakan asli Indonesia, kamu akan memilih untuk memasak apa?

Gulai otak khas Padang. Karena rasa dan teksturnya menarik dan teknik memasaknya bisa jauh dikembangkan lagi.

Menurutmu, cara untuk menikmati cita rasa makanan dengan benar itu seperti apa?

Dengan menghargai setiap bahan dasar makanan dan kenali karakternya masing-masing.

Selain memasak, kamu juga memiliki ketertarikan di bidang musik. Berencana berkarier menjadi seorang musisi/penyanyi?

Aku memang selalu suka musik, konsepnya mirip dengan makanan. Ada kunci dasar, ada bahan, ada teknik, ada irama, ada selera, semuanya diolah untuk dapat dinikmati. Tapi kalau untuk karier, aku tidak pernah melihat diriku ada disitu, apalagi aku bukan tipikal orang yang suka tampil di depan umum.

Bisa dibilang kamu adalah seorang chef yang fashionable. Apa benar jika dibilang begitu?

Menurutku sih enggak. Semua bajuku polos dan casual. Aku enggak suka pakai banyak aksesoris, yang penting nyaman dikenalkan dan efisien.

Gaya berpenampilan seperti apa yang kamu suka?

Kalau untuk model baju tentu aku selalu pilih baju yang bagus untuk bentuk badanku. Kebetulan aku enggak suka mengenaikan baju berwarna, jadi banyak yang bilang aku suka berpenampilan monochrome. Padahal memang warna baju aku itu semua (hitam, abu-abu, putih). Aku juga terbiasa mengenakan sepatu yang berat adn berbahan tebal seperti boot dan oxford.

Pertanyaan terakhir, ada pesan untuk pembaca kami yang memiliki ketertarikan di dunia kuliner?

Pesanku, cari tahu dulu apa yang kamu sukai, supaya bisa berkreasi sendiri dan di share ke orang lain. Dan yang paling penting: untuk belajar bisa dari mana saja.

 

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *