_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/04/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/puma-keluarkan-koleksi-terbarunya-dalam-seri-classics/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/puma-keluarkan-koleksi-terbarunya-dalam-seri-classics/http-bae-hypebeast-comfiles201703sesame-street-puma-suede-2017-collaboration-1/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Spirit Of the Thing Concert, Penanda Jejak Scaller di 2017

Spirit Of the Thing Concert/Sumber foto: RSI

Kamis malam (23/2) bertepat di Soehanna Hall yang terletak di Energy building kawasan niaga SCBD Jakarta adalah penanda diluncurkannya album perdana Senses dari Scaller, duo elektronik pop/rock yang belakangan ini tengah menjadi sorotan penikmat music independen Ibukota.

Konser bertajuk Spirit of The Thing berlangsung pukul 20:00 waktu setempat dengan terlebih dulu diisi opening act selama kurang lebih 45 menit oleh Anomalyst, grup rock alternatif pendatang baru yang merupakan salah satu rekanan dari si empunya acara.

Usai Anomalyst tampil giliran yang ditunggu ratusan pengunjung Soehanna Hall, Scaller untuk melangsungkan pentasnya. Namun sekitar 30 menit penonton menunggu mereka menyiapkan set tanpa sedikitpun pemberitahuan dari MC atau dimainkannya musik dari FOH guna mengusir jenuh tamu yang hadir. Terlihat beberapa penonton sibuk mengobrol, keluar-masuk ruangan, bahkan bermain gadget sampai idolanya tampil di panggung.

Tiba saatnya Scaller yang beranggotakan Stella Gareth (vokal, synth bass) dan Reney Karamoy (vokal, gitar) membuka setnya lewat nomor “The Alarms” berlanjut “Flair”, “Senses” dan “3.30” yang keempatnya mereka dibantu oleh Gerald Situmorang pada gitar akustik juga Enrico Octaviano sebagai penggebuk drum dan Timothy Luntungan di departemen kibord synth.

Venue yang mendukung disertai tata suara dan cahaya serta ekplorasi vokal berpadu instrumen musik yang mereka bawakan  mampu membangun atmosfer dari setiap lagu yang dimainkan sehingga penonton turut bernyanyi bersama.

Sedikit cooling down sekaligus perhatian semua yang hadir terpusat pada satu titik saat Stella memainkan “Lotus Dream” ditengah setnya, merupakan nomor yang tidak dimuat dalam album dan terdiri dari komposisi piano berpadu vokal khas Stella lengkap dengan nuansa petikan gitar Reney yang menjadikan suasana hening sejenak.

Selang beberapa saat set berlanjut ke “Move in Silence” bersambut “Upheaval”, “Dawn is Coming” serta “The Youth” yang didaulat menjadi nomor pamungkas malam itu, dan tanpa banyak percakapan band yang juga memiliki hubungan emosional ini langsung meninggalkan panggung

Nampak beberapa fans kembali meneriakkan “We want more, we want more!” dari depan panggung dan upaya mereka berbuah baik, Scaller kembali ke posisinya untuk memberikan encore “Live and Do” dan “Stay on The Track” sebelum benar-benar meninggalkan set gelaran konser mereka malam itu.

Scaller tampil maksimal dalam hajatannya dengan segala kemampuan bermusik dan keterampilan memainkan instrumen yang tercermin di tiap komposisinya, ditambah kualitas audio dalam ruangan yang sesuai dipercantik visual projection dankerlingan cahaya lampu hias diatas stagenya sebagai balutannya.

Namun sebagai catatan, visual yang ditampilkan dalam layar selama konser berlangsung terbilang membosankan juga terlihat membuat penonton sedikit berat hati untuk menatapnya berulang.

“Aduh, visualnya kok gitu ya?! Sayang banget padahal performnya gokil!” ungkap seorang penonton bergumam di pelataran Soehanna Hall seusai konser.

Scaller sebelumnya merencanakan Spirit of the Thing ini bertempat di Erasmus Huis namun karena satu dan lain hal akhirnya berpindah ke Soehanna Hall yang lebih memuat kapasitas lebih banyak dan letak yang lebih strategis bagi para audience.

Author: Nugroho Adhy

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *