Steelheart, Masih Sekeras Baja di Java Rockin’land 2013

Steelheart04

Segera setelah dibawa naik mesin waktu ke tahun 1990an oleh Sugar Ray, ribuan pengungjung Java Rockin’land hari kedua, Minggu (23/6) diajak menelusuri waktu lebih mundur lagi ke tahun 1980an oleh pentolan slow rock gaek, Steelheart. Segera setelah pertunjukkan dari Sugar Ray berakhir, para penggemar slow rock lawas tergiring antusiasme menuju panggung sebelah demi band yang mencapai masa keemasannya lebih dari duapuluh tahun lalu ini. Dipanggungkan di panggung terbaik kedua di perhelatan internasional itu, Milinjenko Matijevik dkk tampil maksimal sebagai pertunjukkan pamungkas dari rangkaian acara JRL 2013.

Mereka membuka pertunjukkan dengan “Blood”. Sayangnya lagu pembuka yang gahar itu terdengar sumbang karena masalah teknis di area sound. Lagu kedua “Gimme” juga mengalami kendala teknis, namun vokal melengking Matijevik tetap mempesona. Selanjutnya mereka menghajar dengan “Like Never Before” dan “Black Dog”, cover version dari Led Zeppelin. Total 11 lagu dibawakan oleh Miljenko Matijevic, Chris Risola, Rev Jones, dan Mike Humbert dengan enerjik. Aksi panggung mereka sangat muda dan gahar, berbanding terbalik dengan senioritas mereka. Matijevik bertelanjang dada sepanjang pertunjukkan, para gitaris dan basis mengenakan kostum kulit ketat, dan drummer terus menghajar di akhir lagu dengan solo-solo drum yang berbahaya. Matijevik juga terus menyibukkan kru panggung dengan terus berganti-ganti gitar setelah lagu berakhir. Kru panggung harus sigap menangkap gitar-gitar yang ia lemparkan setelah lagu berakhir. “Die Young” didaulat menjadi penghujung set mereka saat itu.

Namun, demi teriakan-teriakan penonton yang belum kenyang dengan penampilan mereka, Steelheart kembali lagi ke atas panggung untuk encore. Tidak tanggung-tanggung, lagu pamungkas yang mereka bawakan adalah lagu mereka yang paling legendaris, “She’s Gone”. Tampil total, Matijevik turun panggung, memanjat barikade besi, dan menuntaskan lagu tersebut di tengah lautan penonton yang mengerumuninya. Lengkingan “Lady!” yang berkali-kali naik beberapa oktaf membawa ribuan individu yang menyaksikan pertunjukkan mereka kepada katarsis total. Setelah panggung redup, pertunjukkan kembang api disuguhkan sebagai penutup tirai pertunjukkan Java Rockin’land 2013.(Gis)

Photo by: Komang Adhyatma

(Visited 98 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment