_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/04/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/bali-creative-week-2017-sukses-digelar/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/bali-creative-week-2017-sukses-digelar/img-20170430-wa0027/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Street Dealin X: Ibukota Gelar Perayaan Sub Kultur Street Art Terbesar di Asia

Salah satu graffiti di Street Dealin X/Foto: Tia Agnes

Selama ini masih banyak orang yang menganggap street art adalah salah satu bentuk kejahatan karena menyebabkan sampah visual di ruang-ruang publik. Yogyakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang masyarakat dan pemerintah daerahnya masih cukup terbuka dengan kegiatan tersebut, terlihat menjamurnya street artist di kota pelajar tersebut. Hal ini sedikit berbeda dengan Ibukota, dimana pemerintah daerahnya masih menganggap street art sebagai salah satu bentuk sampah visual dan vandalisme.

Nampaknya Gardu House ingin merubah stigma tersebut dengan menggelar event bertajuk Street Dealin yang saat ini sudah memasuki edisi yang kesepuluh. Acara ini berlangsung selama enam hari, tepatnya pada tanggal 5 hingga 10 Desember 2016 yang lalu di Gudang Sarinah Ekosistem, Jakarta.

Menjadi event graffiti dan street art terbesar di Asia, tentu acara ini menarik banyak street artist di Indonesia bahkan Asia untuk meramaikannya. Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Sabtu (10/12), Direktur Street Dealin X, Bima Chris mengatakan bahwa event ini berbeda dengan edisi sebelumnya, karena konten acara yang lebih beragam dan seniman yang berpartisipasi juga lebih banyak, baik lokal maupun internasional.

“Jadi ajang tukar informasi, acara ini ibaratnya lebarannya komunitas-komunitas graffiti dan street art. Semua penggiat seni dari berbagai daerah. Mereka yang cuma awalnya kenal di media sosial kini bertemu langsung dan berbagi pengalaman, berbincang di sini,” ujar Bima.

Terlihat kurang lebih 42 street artist dan 11 music performance yang meramaikan gelaran ini. Selain itu juga dihadirkan konten diskusi, pemutaran video, bazaar, mini exhibition, bedah kampung dan Big Bang Party sebagai event penutup hajatannya street artist se-Indonesia ini.

Dalam acara penutup yang bertajuk Big Bang Party ini diramaikan oleh beberapa musisi hiphop seperti BlaKumuh, Boyz Got No Brain, Fade 2 Black, 8 Ball, Danger Dope, Iman Veldhuiljzen, Jahanam, MXMT, Tuan Tiga Belas, dan X-Calibour. Tidak heran, karena street art memang dekat dengan kultur hiphop yang tumbuh berkembang di Amerika Serikat pada awalnya.

 

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *