SUPERFINE dan The Fox and The Thieves Gelar Showcase “Rubah Suara”

Dua kugiran rock asal Bandung, SUPERFINE dan The Fox and The Thieves dijadwalkan akan menggelar showcase bersama bertajuk “Rubah Suara”. Kedua band tersebut akan singgah di Majalengka, Jakarta, dan Bandung dalam rentang waktu tiga hari. Demi menggelar showcase ini, mereka bekerja sama dengan beberapa stakeholder seperti Bhang Records, Monolite, Jatiwangi Art Factory, Borneo Beerhouse dan Rebuilt 40.1.24.

Pemberhentian pertama “Rubah Suara” akan berlabuh di Kota Angin, Majalengka pada Jumat 5 Januari 2018 mendatang tepatnya di kawasan Candi Kosmik, Blok Pom Desa Jatisura, Jalan Makmur no. 71, Kec. Jatiwangi. Keduanya akan berbagi panggung dalam gelaran milik Jatiwangi Art Factory berjudul “Ruang Kosmik”—yang memiliki latar panggung artistik dibalik puing reruntuhan bekas bangunan pabrik genteng.

Keesokan harinya, Sabtu 6 Januari 2018, giliran publik Jakarta yang akan mereka hibur—juga sebagai titik utama dari “Rubah Suara”. Mengambil tempat di Borneo Beerhouse, Kompleks Ruko Belle Point, Jalan Kemang Selatan VIII no. 5, Jakarta Selatan, pada kesempatan ini SUPERFINE dan The Fox and The Thieves akan ditemani oleh band-band tuan rumah, masing-masing adalah Morgensoll, Manumanasa dan Piston.

Sementara itu tujuan terakhir “Rubah Suara” adalah kota asal dari kedua band tersebut, yakni Bandung. Di titik ini, konsep yang diusung sedikit berbeda dengan kota lainnya. Tidak hanya sekedar mempertontonkan aksi musikal, keduanya akan berbagi cerita menyoal karya dari masing-masing,showcase dan lain sebagainya. Acara sendiri akan digelar di Bhang Records, Jalan Sukasenang III no. 4, Kota Bandung pada Minggu 7 Januari 2018. Sedang live performance dari keduanya akan dilangsungkan di Rebuilt 40.1.24—masih di area yang sama.

“Rubah Suara” sendiri berlatar dari idiom: bahwa musik termasuk dari produk budaya yang dihasilkan manusia. Musik seperti halnya manusia bersifat dinamis yaitu tumbuh dan berkembang. Manusia adalah pelakunya. Oleh karenanya, proses interaksi dari perputaran seniman, ke karya, lalu berlanjut ke audiens akan terus berputar dinamis, dan makna yang dihasilkan memungkinkan akan diputarkan kembali menjadi karya yang lainnya, sehingga akan terus tumbuh.

Ringkasnya, musik dipastikan akan terus tumbuh dan berkembang, sesuai dengan manusia pelakunya. Bagi kelompok berkesenian yang mendedikasikan hidupnya untuk musik. Pun, demikian, tumbuh dan berkembangnya sebuah kelompok musik selalu menjadi hal lumrah, perubahan ini biasanya berdasar atas banyak hal, mulai dari hal-hal umum seperti unsur musikal hingga ke wilayah-wilayah diluar seni musiknya itu sendiri, visual misalnya.

Berangkat dari keresahan diatas, serta fakta-fakta dan isu yang hendak ditawarkan dikemudian hari, akhirnya SUPERFINE dan The Fox and The Thieves bersepakat untuk menggelar sebuah perhelatan musik bersama. Fakta-fakta dan isu yang dimaksud adalah, baik SUPERFINE maupun The Fox and The Thieves kini sedang berada atau memasuki fase dan babak baru dalam bermusik. Unsur musikal yang biasanya lekat dengan keduanya perlahan mulai ditinggalkan, kebaruan pun ditawarkan.

Kebaruan tersebut dapat disimak dalam rilisan terbaru dari masing-masing, SUPERFINE merilis EP berjudul Rabbit Hole melalui Bhang Records sedang The Fox and The Thieves baru saja merilis ulang EP Perdana mereka Diversity yang berubah wujud menjadi In Diversity dibawah naungan Postrockstore dan Legeg Records. Kedua rilisan tersebut dilepas ke dalam format kaset pita dan digital musik. EP dari keduanya, secara kebetulan adalah mukadimah dari ragam unsur musikal yang nantinya akan ditawarkan dalam format album penuh.

Jadi, perhelatan musik yang diusung adalah kata lain dari pengabaran citra baru bagi band untuk khalayak ramai, baik secara musikal maupun unsur-unsur lain diluar musikal. Sedang makna utama “Rubah Suara” adalah pemaknaan unsur bunyi yang berubah. Ubah yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menjadikan lain atau berbeda dari yang semula diplesetkan jadi Rubah. Sementara suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran suatu benda berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap waktu.

“Rubah Suara” juga memiliki makna ganda, Rubah adalah hewan liar sebangsa anjing bermoncong panjang, yang mana dalam hal ini adalah identitas murni yang terpatri dan melekat dengan The Fox and The Thieves. Sedangkan Suara diambil dari terjemahan di salah satu lagu milik SUPERFINE berjudul “Sound of Wild”, atas pertimbangan inilah akhirnya dua kata itu disepakati untuk digabungkan dan menjadi alasan lain dibalik terminologi pelabelan nama pertunjukan musik yang diusung. “Rubah Suara”, juga merupakan penghantar untuk pertunjukan yang jauh lebih besar pada April nanti. “Rubah Suara” adalah awal dari semua yang akan dilakukan oleh keduanya.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment