Tampilkan Band-Band Lawas, Penonton Dipuaskan Memori pada Java Rockin’land 2013 Hari Kedua

Sugar_Ray01

Setelah sukses dengan penyelenggaraannya di hari pertama, hari kedua Java Rockin’land 2013, Minggu (23/6) juga berjalan meriah. Seperti hari sebelumnya, headliners hari tersebut juga disesaki band-band yang berjaya di tahun 90an seperti Gigi, /rif, Pas Band, dan yang ditunggu-tunggu, Sugar Ray.

Open gate hari itu dibuka lebih awal, yaitu pada pukul 14.00 dengan penampilan Aftercoma di Dome Stage dan Sentiment Al Moods di Camden Juice MVRCK Stage. Konspirasi tampil di Tebs Stage pukul 15.30 dan Pas Band naik pentas pukul 16.00 di Rockin’land Stage. Setengah jam kemudian J-Rock mempesona penonton di Chevrolet Stage. Gigi tampil memuaskan di panggung terbesar, Indosat Main Stage pukul lima lewat. Jumlah penonton yang berkerumun di depan panggung utama saat itu cukup besar dan semuanya tampak antusias menikmati nomor-nomor lawas dari Gigi seperti “Janjiku”, “Nirwana”, “Kuingin”, “Damainya Cinta”, dan “Jomblo”. Penonton kembali digiring menuju tahun 90an saat /rif tampil di Rockin’land stage saat petang turun. Istimewanya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo turut hadir dan menonton di tengah kerumunan massa yang menikmati lagu-lagu hits /rif seperti “Jenny”, “Johnny Esmod”, “Radja”, dan cover dari Ikang Fauzi “Preman-Preman”.

Sementara itu jagoan-jagoan berbagai macam genre menghibur pendengarnya di beberapa panggung yang berbeda. Pentolan indie pop lawas Rumahsakit menghibur beberapa ratus pemirsanya dengan intens di panggung indoor Dome Stage, Roxx tampil di Tebs Stage yang terbuka dan panas, The Milo tampil di Propaganda Stage di dekat deretan foodcourt.

Menjelang pukul 8, band indie rock elektronik Gossip tampil memuaskan di Indosat Main Stage. Vokalis bertubuh tambun tapi cantik, Beth Ditto, menyapa penonton dengan gayanya yang manja namun tajam, menyanyi dengan enerjik dan menjelajahi panggung dengan bebas tanpa mengenakan sepatu. “I have to change my clothes, otherwise I will die!” katanya setelah setengah jam tampil, “Jakarta is killin’ me!”katanya tentang cuaca yang panas. Ia mengganti gaunnya yang berkilauan dengan dress putih yang lebih sederhana setelah bersimbah keringat. Tetap saja, ia melanjutkan aksi panggungnya yang penuh tenaga. Di lagu terakhir, ia bahkan turun dari panggung, memanjat barikade dan langsung terjun ke kerumunan penonton sambil mengajak mereka menyanyi dan berjingkrakan bersama.

Setelah aksi Gossip yang panas, giliran penggemar indie rock dan power pop dipuaskan dengan band Australia Last Dinosaurs di Rockin’land Stage. Mereka memainkan lagu-lagu mereka seperti “Time and Place”, “Sunday Nights”, dan “Alps”. Sementara itu penggemar grind core memadati Tebs Stage demi Dead Squad, dan penggemar folk memadati Propaganda Stage untuk menikmati Endah ‘n Rhesa. Go Chic, kuartet perempuan galak dari Taiwan mempesona pendengar-pendengar baru mereka di Chevrolet Stage. Mereka bahkan sempat menyiram air mineral pada gerombolan fotografer yang mengabadikan aksi mereka karena mereka berprinsip lebih baik aksi musik mereka didengarkan dan dinikmati daripada jadi objek pemotretan.

Sebagian besar massa tersedot ke panggung Indosat Main Stage pada pukul sepuluh malam saat Sugar Ray naik pentas. “Happy birthday Jakarta!” seru Mark McGrath mengawali set mereka malam itu. Dia terlihat sedikit terharu melihat antusiasme massa yang menyambut mereka malam itu. Dengan penuh energi, Mark McGrath, Rodney Sheppard, dan duo kembar Bivona menghibur massa dengan lagu-lagu mereka yang tenar di tahun 90-an seperti “Answer the Phone”, “Someday”, “Every Morning”, “Falls Apart”, dan “Is She Really”. Banyolan-banyolan khas Mark dan Rodney menambah lucunya penampilan mereka. Walau Rodney sempat turun panggung sebentar karena tidak enak badan, pertunjukkan terus berjalan dengan apik. Bahkan mereka sempat mengerjai dua orang penonton yang disuruh naik ke atas panggung untuk “The Sugar Ray Free Style Karaoke” di mana mereka harus secara spontan menari Gangnam Style dan menyanyikan “I Gotta Feelin’” dari Black Eyed Peas.

Sementara itu, band grindcore Jasad tetap asik sendiri menghibur para penggemarnya di Tebs Stage. McGrath sempat heran mendengarkan musik keras dan cepat dari Jasad yang gaungnya terdengar sampai ke panggung Indosat Main Stage. “Is that Slayer? What’s up, Slayer!”serunya sebelum memparodikan gaya bernyanyi ala band-band grindcore yang seram. Seperti tidak mempedulikan hebohnya Sugar Ray di panggung utama, Andra and The Backbone, Monkey to Millionaire, dan Superglad juga menghibur penontonnya di panggung masing-masing yang tersebar beberapa ratus meter dari panggung utama. Yang cukup unik adalah penampilan solo Kikan yang khusus membawakan hits-hits female fronted yang tenar di tahun 90an seperti Alanis Morisette dan Natalie Imburglia. Panggungnya yang berada di tengah taman tertutup Segarra membuat show itu menjadi intens dan hangat dengan sejumlah penonton yang duduk-duduk santai di rumput.

Pamungkas yang tepat untuk rangkaian pertunjukkan Java Rockin’land memang penampilan Steelheart. Unit slow rock gaek ini dengan energik memainkan nomor-nomor andalan mereka selama satu jam di atas panggung Rockin’land. Miljenko Matijevic dkk seakan mengabaikan usia mereka dan menghajar penonton dengan “I’ll Never Let You Go”, “Everybody Loves Eileen”, dan cover dari Led Zeppelin “Black Dog”. Walau sempat terkendala sound di lagu pembuka “Blood”, mereka tetap tampil maksimal. Puncak acara adalah “She’s Gone” yang menjadi encore. Vokalis Matijevic turun dari panggung, memanjat barikade dan bernyanyi di tengah kerumunan penonton dengan vokal melengkingnya yang tak lekang oleh zaman. Setelah lagu selesai, satu set pertunjukkan kembang api akhirnya secara resmi menutup rangkaian acara Java Rockin’land tahun ini.(Gis)

Photos by: Komang Adhyatma

(Visited 231 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment