Tips Memberikan Tip Saat Traveling

Where-To-Tip-Infographic03-Bahasa

Memberikan tip saat berlibur ke luar negeri bisa jadi hal membingungkan bagi yang tidak biasa melakukannya. Ditambah lagi setiap negara punya tradisi dan kebiasaannya masing-masing. Wego, situs pencarian wisata terdepan di Asia Pasifik dan Timur Tengah, memberikan rekomendasi mengenai kapan dan di mana saja kamu bisa memberikan tip saat bepergian.

“Pertama, pahami bahwa tradisi pemberian tip tidak sama di seluruh negara. Ada yang terbuka dengan tradisi ini, namun ada pula yang menganggap bahwa tip adalah bentuk hinaan  atau bahkan tindakan ilegal. Mengetahui daftar negara yang menerapkan kedua hal berbeda tersebut sama pentingnya.” ujar Joachim Holte, Chief Marketing Officer Wego.

“Di Argentina misalnya, memberi tip dianggap ilegal. Namun bagaimanapun juga, para pelayan restoran tetap berharap bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari tip, sehingga pemberian tip sebaiknya tidak dilakukan secara terang-terangan. Berbeda dengan di Amerika Serikat di mana para pekerja berupah minimum sangat bergantung pada tip pemberian pelanggan. Sementara di Romania, pemberian tip kerap ditolak dan di Jepang tip dianggap sebagai bentuk penghinaan.”

“Banyak traveler lupa mencari tahu hal-hal kecil seperti ini. Ini sebenarnya penting dan agar kita juga terhindar dari situasi tidak menyenangkan. Misalnya kita terjebak untuk membayar harga yang terlalu tinggi.” ujarnya menambahkan.

Sebagai contoh, memberikan tip lumrah dilakukan saat kita makan di restoran di negara Afrika Selatan, Austria, Belanda, Brazil, Chile, Irlandia, Rusia, dan Turki. Namun, tidak demikian saat kita berada di Fiji, Malaysia, dan Korea Selatan. Tidak ada salahnya mengecek bon pembayaran untuk melihat apakah biaya servis telah termasuk di dalamnya. Itu juga bisa kita jadikan standar dalam memberikan tip. Jika pelayanannya memuaskan, tidak ada salahnya memberikan tip lebih besar.

“Ada beberapa hal yang perlu diketahui dan kita pertimbangkan sebelum bepergian ke suatu daerah,” ujar Joachim melanjutkan. “Di Inggris misalnya, memberikan tip di restoran sah-sah saja, meskipun biasanya biaya servis sudah termasuk dalam bon pembayaran. Namun, memberikan tip saat minum di bar adalah hal yang tidak umum dilakukan.”

Tip umum diberikan saat makan di restoran sebagai bentuk apresiasi terhadap makanan yang disajkan dan pelayanan yang diberikan. Begitu pula saat memberikan tip kepada porter hotel yang membawakan tas ke kamar kita. Di banyak negara, mulai dari Selandia Baru hingga Chile, memberi tip dengan melebihkan ongkos taksi juga dianggap hal wajar.

“Tradisi pemberian tip di banyak negara kini ikut berubah seiring semakin banyaknya orang-orang yang bepergian. Australia dan Selandia Baru sebenarnya tidak punya tradisi memberikan tip, namun para traveler dari negara lain yang tidak tahu kondisi ini, tetap memberikan tip. Imbasnya, para pekerja di bidang jasa seperti staf hotel berharap mendapatkan penghasilan tambahan dari tip tersebut.” tambahnya.

“Jika ragu, jangan sungkan bertanya kepada staf hotel mengenai tradisi dan kebiasaan lokal. Penduduk setempat akan lebih menghargai usaha kita untuk menyesuaikan diri. Kita pun akhirnya akan terhindar dari situasi yang tidak mengenakkan.” ujar Joachim menyimpulkan.(KA)

(Visited 125 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment