Tommy Cash, Pemuda Estonia Yang Merubah Kultur Hip Hop Dunia

Estonia, sebuah negara kecil yang telah mengalami invasi dari  Denmark, Jerman, Swedia dan Rusia menikmati masa kemerdekaan yang singkat pada awal abad ke-20 sampai akhirnya mengumumkan kemerdekaan sebagai Republik Estonia pada tahun 1991.

Sekarang dapat kita bayangkan disana telah terlahir seorang anak laki-laki pada saat itu, dim masa ketika Estonia sedang membangun budayanya dari nol setelah cengkeraman rezim Soviet. Anak laki-laki ini tumbuh dan tinggal di sebuah kap mesin mobil  yang saat itu Tallinn, Ibukota Estonia masih menjadi wilayah kekuasaan Rusia. Saat tumbuh dewasa, si bocah ini mulai mendengarkan Kanye West sambil duduk di tempat tidurnya. Dia pergi ke sekolah tapi dia  merasa asing dan menjadi seorang  penyendiri, hingga akhirnya dirinya menemukan rasa kebebasan melalui tarian, melalui fashion dan akhirnya melalui musik hip hop.

Anak laki-laki ini adalah Tommy Cash. Karya yang dibawakannya tidak jauh dari cerita kelam di masa kecilnya, dimana banyak terjadi konflik SARA dan dunia kegelapan lain yang dia gambarkan dalam karya musiknya tanpa rasa takut sedikitpun, dan ini merupakan suatu bentuk “pemberontakan” yang di Estonia sendiri hal itu sangat jarang terjadi.

Lingkungan tempat tinggalnya yang chaos ternyata membentuk pola berkarya Tommy.

“Saya selalu menjadi penyendiri,” ujarnya. “Saya  mendengarkan musik yang tidak didengarkan anak-anak lain. Saya selalu menyalakan mp3 player saya, memainkan musik yang aneh.” Kanye West bisa dibilang merubah jalan hidup saya.  “Kanye selalu mendorong saya dengan liriknya. – ‘terus mengejar impianmu’, hal seperti itu – dan itu benar-benar mendorongku untuk mengejar apa yang ingin kulakukan. ” kenangnya.

Ketika kamu mencari tau mengenai Tommy di internet, hal pertama yang muncul di kepala adalah berasal dari belahan bumi sebelah mana orang ini. Karya Tommy memang sangat unik, mulai dari musiknya, liriknya dan visual sinematik pada video-videonya.

Dalam urusan fashion (karena hip hop memang dekat dengan subkultur tersebut), Tommy bekerjasama dengan seorang desainer muda bernama  Gosha Rubchinskiy, yang pada awalnya hanyalah seorang tukang jahit jalanan dan kini sudah menjadi terkenal di daratan Eropa Timur.

Pada akhirnya, Tommy bukan hanya seorang rapper. Dia merupakan simbol individualitas. DJ Premier pernah berkata, “Ini semua tentang menjadi orisinil dan memiliki gayamu sendiri. Itulah yang terpenting dalam berkarya, pun dalam musik  hip-hop. ”

Saat ini ada  begitu banyak referensi hip-hop di dunia untuk “menjaganya agar tidak berubah” selama bertahun-tahun. Namun  Tommy muncul dengan merubah semua budaya usang itu dengan ciri khasnya sendiri tanpa terbantahkan lagi.

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *