“Uang” Dipilih Menjadi Single Perdana Ian Antono feat Syaharani di Album SONG BOOK I

ian-antono-640x360

Sebuah babak baru dilakukan pemusik legendaris Ian Antono, setelah 45 tahun berkarier dalam gegap  gempitanya industri musik Indonesia. Yang tidak lazim bisa saja menjadi lazim, itulah yang ada dalam  benak gitaris jempolan, arranger bertangan dingin dan pencipta lagu serta penggubah yang baik ini,  dimana ia berencana mendokumentasikan ratusan karya musiknya secara bertahap dalam bentuk album  yang diberinya judul Song Book.

Berkarier selama 45 tahun di industri musik merupakan waktu yang cukup lama. Di akhir tahun 60’an  sampai awal tahun 70’an, pada masa-masa awal kariernya, Ian Antono tergabung sebuah grup musik di  kota kelahirannya, Malang, Jawa Timur, yang dikenal dengan nama Band Bentoel. Hijrah ke Jakarta,  masih di awal tahun 70’an, ia bergabung dengan God Bless grup musik rock asal Jakarta, sebagai gitaris,  sampai saat ini.

Ian Antono sempat membentuk band rock yang diberinya nama Gong 2000 yang menggabungkan musik  rock dengan nada-nada pentatonik musik Bali, pada tahun 1991 hingga tahun 2000.  Bertindak sebagai arranger, ia pun dipercaya oleh sejumlah perusahaan rekaman untuk menangani  beberapa rekaman penyanyi solo, seperti Nicky Astria, Iwan Fals, Ikang Fawzy, (Alm.) Gito Rollies, (Alm.)  Franky Sahilatua, Anggun C. Sasmi, (Alm.) Deddy Stanzah, Duo Kribo [Ahmad Albar dan (Alm.) Ucok  Harahap, dan puluhan penyanyi lainnya. Menurut Ian Antono, ia pernah mendukung 100 album  rekaman, banyak diantaranya memakai lagu-lagu ciptaannya.

Ian Antono dikenal juga sebagai musikus multi instrumentalis. Ia cukup lama main drum di band Bentoel,  bisa bermain keyboard, bass gitar, perkusi, bahkan meniup flute, meski pada akhirnya ia memilih gitar  sebagai instrumen pokoknya dalam berkarir dimusik. Maka itu sebabnya banyak album rekaman yang  digarapnya sendiri dan sekaligus memainkan semua alat musik yang ada. “Selama berkarier di musik, saya tidak pernah mendokumentasikan karya cipta saya dalam bentuk apapun. Sampai kewalahan untuk mengingat-ingat dan mengumpulkan karya ciptaan saya sendiri,  hahahaha. Maka dalam kesempatan ini saya dokumentasikan karya ciptaan saya dalam bentuk album  yang saya beri nama Song Book” katanya lagi, “Disamping nantinya akan menjadi dokumentasi pribadi  album ini tentu saja sangat bermanfaat dan memudahkan masyarakat pendengar musik yang ingin  mendokumentasikan karya-karya saya.”

Ini merupakan produksi awal dari pendokumentasian yang dikemas dalam sebuah album, yang tentu  saja berikutnya sudah disiapkan Song Book II, Song Book III, dan selanjutnya dengan waktu yang tidak  terbatas. Ide “segar” dan baru pertamakalinya di industri musik Indonesia ini sendiri lahir dari buah  pikiran Ian Antono bersama label Demajors yang juga akan mengedarkan album ini keseluruh Indonesia.

SONG BOOK I berisi sepuluh nomor lagu (sembilan lagu lawas dan sebuah nomor lagu baru) dengan lima penyanyi.  Lagu “Uang” ciptaan Ian Antono, yang liriknya ditulis sendiri olehnya, merupakan sebuah lagu yang  sempat hit dan sangat populer di awal tahun 80-an yang awalnya dinyanyikan oleh Happy Pretty dan  pada tahun 1988 kembali dipopulerkan lewat lengkingan suara Nicky Astria dalam balutan musik rock  yang lebih kental. Lagu yang sampai saat ini masih sangat dikenal ditelinga masyarakat pendengar  musik pada jamannya karena liriknya aktual sepanjang jaman. Yang menarik, penyanyi wanita yang  cukup lama dikenal sebagai penyanyi musik jazz, Syaharani memilih sendiri untuk membawakan lagu ini.

“Rani sendiri yang memilih lagu Uang untuk dibawakannya. Dan saya suka dengan kekuatan interpertasi  Rani, membuat saya merasa kagum dengan cara dia menyanyikannya,” begitu puji Ian Antono.  Kekaguman Ian Antono memang cukup beralasan. Lagu “Uang” yang dibawakan Syaharani kali ini  terdengar sangat berbeda dengan versi-versi lagu ”Uang” sebelumnya. Perpaduan nafas jazz dan blues  yang dibalut dengan aransemen rock terdengar begitu harmonis.

Syaharani mengakui bahwa dia begitu suka pada tema lagu “Uang” karena bisa abadi dan selalu aktual.  “Memang uang itu bisa membuat orang mabuk kepayang, hahahaha. Anda bisa lihat sendiri kan,  korupsi dimana-mana, itu kan karena uang, iya kan? Saya salut sama om Ian Antono. Ketika lagu itu  popular, saya masih duduk dibangku SMA.”

Nomor lagu “Uang” dipercayakan sebagai single pertama dari album Ian Antono Song Book I ini.  Vocalis lain, Roy Jeconiah, mantan vokalis Boomerang, memiliih dua nomor lagu berjudul “Kepala Dua”,  ciptaan Ian Antono (dari album GONG 2000) dan“Neraka Jahanam”ciptaan Ian Antono yang liriknya  ditulis oleh Ahmad Albar. Lagu “Neraka Jahanam” sendiri, yang versi aslinya dibawakan oleh Duo Kribo  tahun 1976, pada masanya merupakan lagu rock pertama yang berhasil menembus pasar musik  Indonesia yang saat itu dikuasai oleh musik-musik pop.

Koming Surya penyanyi yang ditemukan oleh Ian Antono di sebuah café di Seminyak, Bali, dipercaya  membawakan lagu “Gersang”, ciptaan Ian Antono, (dari album Nicky Astria) dan lagu “Saksi Gitar Tua”  (dari album Gong 2000), masih ciptaan Ian Antono yang liriknya ditulis oleh Ali Akbar. Rezi Pratomo, penyanyi berusia 21 tahun, yang masih tercatat sebagai mahasiswi Kedokteran asal kota Malang, menjadi salah satu penyanyi yang cukup beruntung lantaran mendapat kesempatan berduet bersama Ian Antono, yang setelah sekian lama berkarya, untuk pertama kalinya dalam sebuah album,  menyanyikan sendiri lagunya,lagu baru yang kali ini diberi judul “Suara Cinta”, liriknya ditulis Areng  Widodo. Selain lagu tersebut, Rezi juga menyanyikan lagu “TertipuLagi”, yang diambil dari album Duo  Kribo tahun 1978, ciptaan Ian Antono yang liriknya ditulis Ahmad Abar.

Lagu lainnya berjudul “Lari”, ciptaan Ian Antono yang liriknya ditulis oleh (Alm.) Fajar Budiman  dipercayakan kepada Anindimas, vokalis band 21st Night. Nomor lagu “Lari” ini merupakan salah satu  lagu dari soundtrack film “Alangkah Lucunya Negeri Ini” yang sempat mengantarkan Ian Antono meraih  Piala Citra Festival Film Indonesia 2010 sebagai Penata Musik Terbaik.

Terakhir namun tidak kalah menarik di album Song Book I, gitaris rock God Bless yang sudah melegenda ini mengemas dua nomor lagunya, “Kepada Perang” dan “Setan Jalanan” yang dimainkan dalam  bentuk instrumental. Permainan gitar yang masih terasa kepiawaiaannya ini akan mebuat kita berdecak  kagum. Dua nomor instrumental ini akan menjadi pembuka dan penutup album ini. (KA)

 

(Visited 435 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment