Waduh, Pertunjukan Musik Underground Dilarang di Demak, Jawa Tengah

Band punk Marjinal saat konser di Jakarta/Okezone

Band punk Marjinal saat konser di Jakarta/Okezone

Setelah sebelumnya ulama dan gubernur Aceh Barat melarang pertunjukan konser musik di daerahnya, kali ini giliran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak, Jawa Tengah melarang konser musik reggae dan punk digelar di kota tersebut. Anehnya, mereka tidak melarang konser musik dangdut yang notabene menampilkan pertunjukan yang bisa dibilang seronok, karena dianggap merupakan budaya asli anak bangsa.

“Kalau band-band biasa atau musik dangdut masih diizinkan, karena ini kan musik asli Tanah Air. Berbeda dengan musik punk, reggae atau jenis musik underground itu,” ujar Ketua PCNU Demak, Musyadad Syarif, dikutip dari Okezone.

“Kalau musik dangdutan dengan batas waktu tertentu, ya monggo-lah, silakan. Selain ini budaya asli bangsa, penontonnya juga lebih mudah dikendalikan. Tidak sampai membuat anak-anak ikut berpakaian aneh-aneh yang menjadi ciri khas aliran musik reggae dan punk itu,” jelasnya.

Ketua GP Ansor Demak, Abdurrahman Kasdi menambahkan, belum lama ini terdapat konser musik punk dan membawa dampak cukup besar. Sejumlah anak muda dan santri pondok pesantren (ponpes) mendadak tak pulang ke rumah atau ponpes.

“Setelah ditelusuri ternyata mereka mengikuti orang-orang yang datang saat konser itu (punk/reggae). Hal ini kan meresahkan orangtua serta kalangan ponpes, ditambah lagi Demak dikenal secara luas sebagai kota santri,” tutup Abdurrahman.

 

(Visited 352 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment