“YOU NEED MORE FANS, WE NEED MORE STAGES” A Photo Show by Anom Sugiswoto

1044211_10151621910028153_934025759_n

We Need More Stages & Kedai Kebun Forum presents

“YOU NEED MORE FANS, WE NEED MORE STAGES”
A Photo Show by Anom Sugiswoto

Curated by Wok The Rock
Mixtape by Uma Guma

Sabtu, 20 Juli 2013
20.00 – 23.00

Diskusi & Buka Puasa
Bersama Indra Ameng dan Anom Sugiswoto
17.00 – 19.00

Kedai Kebun Forum
Jalan Tirtodipuran No. 3, Yogyakarta

Praktik memotret pertunjukan musik, terutama di dalam komunitas musik punk, hardcore dan jenis musik indie lainnya di Indonesia mendapat pengaruh yang tak langsung dari majalah atau zine dari barat. Dalam tradisi zine, ada satu rubrik yang khas, yaitu ‘gig report’ atau reportase acara musik. Reportase atau laporan teks tersebut disertai dokumentasi foto yang jumlahnya kadang tak sedikit. Biasanya ditata secara acak dan tumpang tindih ala kolase. Hal ini yang memberi inspirasi untuk memotret acara musik. Selain untuk publikasi zine juga sekedar untuk disimpan atau ditonton ramai-ramai di tempat nongkrong.

Jumlah orang yang memotret semakin banyak seiring dengan munculnya kamera saku digital dengan harga yang terjangkau dan fitur kamera di telepon seluler. Selain itu, fotografi telah menjadi bagian dari gaya hidup kreatif anak muda. Beberapa orang mempelajari teknik fotografi lebih dalam, baik secara otodidak, kursus hingga di bangku perguruan tinggi.

Dengan adanya internet, ritus tersebut mendapat ruang baru untuk mempublikasikan karya di Myspace, Facebook, Flickr dan yang paling populer adalah Blogspot. Ruang dan format digital ini membuat para fotografer tak lagi mencetak karyanya. Foto diakses melalui layar kamera, telepon seluler dan komputer.

Anom mewakili generasi ini. Anom lahir pada tahun 1985. Ia kuliah di Jurusan Komunikasi UPN Yogyakarta pada tahun 2003. Perkenalannya dengan fotografi melalui majalah skateboard dan mulai belajar teknik fotografi yang Ia dapatkan pada mata kuliah Fotografi Dasar selama satu semester di UPN dan dua semester di Modern School Of Design. Meski Ia mulai memotret saat aktif di komunitas skateboard di Indonesia. Melalui komunitas ini pula Ia mengenal dunia musik hardcore, dimana Ia kemudian lebih aktif memotret tiap pertunjukan yang diadakan oleh komunitas-komunitas musik indie di Yogyakarta dan kota-kota lainnya. Selama 9 tahun ini, Ia memiliki ribuan foto berbobot lebih dari 150 gigabyte. Dari jumlah tersebut, Ia hanya mencetak fotonya di laboratorium foto sebanyak 12 lembar dan 15 lembar dengan desktop printer. Dalam blognya, Ia mengunggah karyanya lebih dari 1000 foto.

Pada pameran tunggalnya ini, karya Anom ditampilkan secara slideshow yang diproyeksikan pada sebuah layar. Presentasi ini juga akan memutar kompilasi lagu dari band-band yang pernah Ia dokumentasikan. Pameran ini menegaskan kita tentang cara menonton karya fotografi populer yang terjadi pada saat ini dan memberikan representasi suasana sebuah pertunjukan musik.

http://www.weneedmorestages.com

(Visited 31 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment