Youth Killed It Berikan Nafas Baru Brit-rock di Debut Album ‘Modern Bollotics’

Youth Killed It

Saat saya menyimak materi Youth Killed It, benak saya sedikit dibuat berpikir, mempertanyakan apakah ini rap-rock? Ataukah ini adalah dekonstruksi musik tersebut menjadi warna yang baru?

Yap. Itulah kesan saya saat pertama kali disodorkan nama Youth Killed It dan album pertamanya ‘Modern Bollotics’. Mereka adalah band asal Norwich UK dan sedang mendobrak batas genre ketika menyatukan grime music, indie-rock and alternative rock.

Kita bisa familiar dengan riff renyah Brit-rock ala Arctic Monkeys, penyampaian vocal yang terpengaruh artist grime, kemudian juga dilengkapi sentuhan-sentuhan yang mengingatkan Fall Out Boy. Youth Killed It juga seakan melempar saya ke dua album awal Twenty One Pilots.

Terbentuk sejak tahun 2010, Youth Killed It lebih dulu dikenal sebagai unit bernama Under The Influence yang memainkan rap-metal modern. Namun, pada tahun 2016, mereka memberanikan diri mengubahnya menjadi Youth Killed It dan berhasil menyita banyak perhatian dengan perubahan musik yang diusung. Setelah mengeluarkan dua EP, mereka akhirnya bekerjasama dengan Rude Records untuk memproduksi album penuh Modern Bollotics.

Lewat amunisi 12 track yang padat, Youth Killed It berbicara soal perjalanan mereka sebagai band, kebosanan soal pekerjaan hingga perkuliahan, seperti tertuang dalam single ‘Popstar’.  Dengan musik yang danceable, Youth Killed It berusaha menyampaiknnya dengan cara yang menyenangkan pula, dan saya bisa memberi nilai positif untuk ini.

Author: Trian Solomons

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *