Youth of Today Teriakkan Semangat Straight Edge di Jakarta

Setelah dua kali gagal datang untuk menggelar konser di Jakarta, legenda hardcore asal New York, AS, Youth of Today, akhirnya menghentak panggung underground ibukota pada Sabtu (8/7) bertempat di Hall Basket Universitas Jayabaya Jakarta Timur. Konser Sabtu kemarin merupakan penampilan perdana Youth of Today di Jakarta setelah memutuskan untuk reuni pada tahun 2010 bersama bassist Ken Olden dan drummer Vinny Panza. Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian tur Asia Youth of Today.

Bertajuk Finally! Youth of Today “Break Down The Walls” Live In Jakarta, konser yang di selenggarakan oleh Warriors Jakarta bekerjasama dengan Bakstudio, Sans Project dan Reconstrux Booking dibuka oleh penampilan-penampilan band underground ibukota; Stand Off, R U Sucks, Brave Heart, No Request, Quest For Justice, dan tidak kalah mendapat sambutan meriah dari penonton.

Band iconic yang di gawangi oleh vokalis Ray Cappo dan gitaris John Porcelly (atau lebih dikenal dengan panggilan Porcell) ini memuaskan hasrat para fans yang sudah lama menanti kedatangan mereka dengan lagu lagu andalan seperti Make A Change, No More, Can’t Close My Eyes, We’re Not In This Alone, Positive Attitude dan lagu dari band lain seperti Young Till I Die -7seconds- dan ditutup oleh penampilan memukau mereka membawakan Minor Threat.

Meskipun sudah tidak muda lagi, para personil Youth of Today tampil dengan maksimal. Sang vokalis Cappo, yang juga pengajar yoga, dengan gaya khas nya tidak pernah lupa menyelipkan pesan pesan positif sesaat sebelum setiap lagu dimainkan. Seperti ketika lagu “Make A Change” akan dimulai, Cappo mengingatkan para penonton untuk selalu berupaya membuat perubahan kearah yang lebih baik. “One self can make a change,” begitu katanya dengan semangat, atau sesaat sebelum lagu “No More” berkumandang, dia mengirimkan pesan bahwa semua yang bernyawa termasuk binatang punya hak hidup dan tidak pantas untuk kita manusia melakukan pembantaian dan dengan semena-mena memasukkan semua makanan ke dalam mulut. “It’s a discrimination,” teriaknya.

Cappo juga tak luput berinteraksi dengan para penonton dengan melontarkan berbagai pertanyaan; seperti dari mana paling jauh penonton konser kemarin berasal. Dia tampak terpukau ketika mengetahui bahwa ada penonton yang jauh jauh datang dari Jepang khusus untuk melihat konser tersebut. Atau ketika dia mengomentari begitu banyak t-shirt dan merchandise Youth of Today yang beredar di Jakarta meskipun tampaknya band itu tidak pernah merilis secara resmi.

Antusiasme penonton tidak hanya berlangsung pada saat konser dilaksanakan, tetapi juga saat after show ketika Youth of Today menggelar photo session. Panggung yang sudah hampir miring karena moshing yang tidak pernah berhenti sepanjang konser, kembali di naiki oleh para fans yang tetap setia menyergap Cappo dkk untuk meminta tanda tangan dan foto bersama.

Salah satu fans Porcell meminta si gitaris untuk menandatangani kaos Morrissey-vokalis The Smiths- nya. Porcell pun dengan antusias meladeni permintaannya dan menuliskan “Moz Fever; Porcell” dan tidak lupa mencoret gambar tangan Morrissey dengan tanda “X” (Straight Edge).

Lagu-lagu Youth of Today memang memiliki relevansi dengan kehidupan muda mudi di Indonesia dan Jakarta pada khususnya. Band ini bisa dibilang menginspirasi para kaum muda untuk selalu hidup positif dan memanfaatkan waktu sebaik baiknya juga dengan hal yang positif. Youth of Today pada awalnya aktif di tahun 1985 – 1990 sebelum bereformasi di tahun 2010. Band ini berperan banyak dalam membangun subkultur hardcore dengan gaya hidup vegetarian. Setelah band ini bubar, Cappo terlibat dalam gerakan Hare Krishna dan membentuk band Shelter dan Better Than Thousand.

Tema ‘Break Down The Walls’ diambil dari judul album kedua Youth of Today yang dirilis tahun 1986 oleh Wishing Well Records (California Straigth Edge Records), lalu dirilis kembali oleh Revelation Records tahun 1988. Mengangkat visi, misi dan pesan yang disampaikan Youth of Today, yaitu sebuah pergerakan dari subkultur dan subgenre hardcore punk yang pengikutnya menahan diri dari menggunakan alkohol, tembakau, dan narkoba yang dikenal dengan istilah “Straight Edge”. Istilah ini diadopsi dari lagu “Straight Edge” yang dibuat oleh band hardcore punk 1980an yaitu Minor Threat.

Youth Of Today ‘Break Down The Walls’ menjadi event ke-4 dari Warriors Jakarta yang berhasil mendatangkan band-band legendaris dunia. Sebelumnya, Warriors Jakarta berhasil mengundang The Last Resort, The Oppressed dan The Toaster beberapa tahun lalu. Warriors Jakarta berharap, event kali ini dapat diterima dan menjadi sebuah penyemangat, dari setiap pesan yang disampaikan Youth of Today. Semangat hidup dengan cara positif dan terus berjuang untuk hidup yang lebih baik. Serta dapat menghibur setiap orang yang datang dan berpartisipasi dalam event ini.

Text by:  Rifa Nurbaiti | Photos by: Dias Isa Arasy

(Visited 298 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment